Friday, July 19, 2019

PERANCANGAN BALANCE SCORE (BSC)
DASBOARD SYSTEM PENGUKURAN KINERJA PADA PT INDOFOOD


Nama Kelompok :
1.     Raka Sepriyoga                            17410100142
2.     Triska Wahyudiningkasih             17410100149
3.     M Rizky Fadhilah                         17410100151
4.     Bella Rahmadhanty M                  17410100160



Mata Kuliah : Kecedasan Bisnis
Dosen : Valentinus Roby Hananto, S.kom., M.Sc., OCA
 


INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA
SISTEM INFORMASI


Latar Belakang
Kinerja adalah hasil pencapaian dari aktivitas yang telah dilakukan perusahaan selama periode tertentu. Pengukuran kinerja perusahaan dilakukan untuk menilai hasil pencapaian dari aktivitas dibanding dengan target perusahaan. Peningkatan kinerja suatu perusahaan biasanya akan berdampak pada peningkatan kinerja keuangan sehingga biasanya pengukuran kinerja perusahaan dilakukan dengan melakukan analisis aspek keuangan. Namun penilaiaan yang dihasilkan berdasarkan aspek keuangan bisa menjadi biasa karena kinerja keuangan yang baik pada suatu periode dapat dicapai dengan mengorbankan kepentingan - kepentingan jangka panjang perusahaan. Dan sebaliknya, kinerja keuangan yang kurang baik dalam jangka pendek dapat terjadi karena perusahaan melakukan investasi-investasi demi kepentingan jangka panjang. Untuk mengatasi masalah tersebut maka perusahaan perlu memasukkan aspek non keuangan seperti perspektif pelanggan, perpektif proses bisnis internal, perspektif permbelajaran.
Dalam balance scorecard dapat menjadi indikasi peringatan awal dari keberhasilan dan kegagalan bagi perusahaan secara lebih menyeluruh dari sisi financial, pelanggan, proses bisnis, pembelajaran. Sehingga kemampuan perusahaan untuk merespon perubahan dengan tindakan perbaikan dapat lebih cepat untuk memperkecil resiko (H, 2017).

Descripiton BSC

No
Persepektif
KPI
Strategi Bisnis
1.
Keuangan
-        ROE (Return on Equity)
Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba, sumbangan yang dihasilkan ,mengelola biaya-biaya dan kemampuan dari asset perusahaan dalam menghasilkan penjualan

-        ROA (Return on Assets)
-        Operating Income
-        Efficiency Cost
-        Total Asset Turnover
2.
Pelanggan
-        Penerimaan Kas Pelanggan.
Menggukur tingkat kepuasan pelanggan
3.
Bisnis Internal
-        Operating Profit (Hasil penjualan setelah dikurangi dengan biaya yang terkait dengan penjualan dan biaya produksi.  )
Mengoptimalkan penggunaan harta perusahaan dalam menciptakan produk atau jasa dan menemukan metode kerja baru yang efektif dan efisien.
4.
Pembelajaran dan Pertumbuhan
-        Net Income per Employee (Produktivitas kerja karyawan suatu perusahaan dapat diukur dari laba bersih yang dihasilkan dibagi jumlah pekerja.)
Melihat kemampuan individu perusahaan dalam meningkatkan laba dan nilai perusahaan



Balanced scorecard 

Balanced scorecard (BSC) adalah perencanaan dan manajemen sistem strategis yang digunakan secara luas dalam bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk menyelaraskan kegiatan usaha dengan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja organisasi terhadap tujuan yang strategis (Permata, 2017). Pada tahun 1990-an konsep balance Score Card dipaparkan oleh Robert Kaplan dan David Norton dari Harvard University, Kaplan dan Norton menjelaskan bahwa Balanced Scorecard melengkapi seperangkat ukuran keuangan masa lalu dengan ukuran pendorong (drivers) kinerja masa depan. Balanced scorecard sebagai sebuah sistem manajemen artinya semua ukuran keuangan dan non keuangan harus menjadi bagian dari sistem informasi bagi semua pekerja di semua tingkat perusahaan. Semua pekerja harus memahami bahwa aktivitas mereka merupakan biaya yang harus diperhitungkan manfaatnya (benefitnya); semua aktifitas harus mempunyai tujuan bisnis yang menguntungkan dan harus diukur dengan satuan uang, oleh sebab itu semua pekerja harus berinisiatif bekerja efektif dan efisien dan berpikir strategis (jangka panjang).
1.     Perspektif Keuangan

Perspektif keuangan digunakan sebagai tolak ukur laba yang dihasilkan sehingga diperoleh penilaian bahwa perencanaan dan pelaksanaan strategi perusahaan tersebut dianggap berhasil atau tidak. Untuk memperoleh perspektif keuangan PT. Indofood terdapat empat ukuran yaitu :

a.      Return on Equity
Merupakan alat untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menekankan pada pengoptimalan pengembalian kepada shareholders. ROE diambil dari perhitungan  = EAT (Laba setelah Pajak/ Aktiva X 100%) : Total Equity. Untuk ROE diperoleh performance kinerja sebesar 11.99% (2016), 8.60%(2015), 12.88%(2014) dan diperoleh rata-rata 11.19%.

b.     Return on Assets
Menggambarkan perbaikan atas kinerja operasi dan mengukur efisiensi dari total asset untuk menghasilkan laba. ROA di ambil dari perhitungan = EAT : Total Aktiva. Untuk ROA diperoleh performance kinerja sebesar 6.41%(2016), 4.04%(2015), 6.08% (2014) dan diperoleh rata-rata sebesar 5.51%.

c.      Operating Income
Merupakan pengukuran seberapa besar sumbangan penjualan terhadap laba operasi. Semakin besar hasilnya maka akan semakin baik. Operating Income diperoleh dari perhitungan (pendapatan bersih-biaya usaha) : penjualan. Untuk OI diperoleh performance kinerja sebesar 12.41%(2016), 11.49%(2015), 11.51% (2014) dan diperoleh rata-rata sebesar 11.81% 
 
d.     Efficiency Cost
Merupakan pengukuran terhadap perusahaan dalam mengelola biaya-biaya yang ada sehingga keuntungan perusahaan tetap terjaga  Effeciency Cost diperoleh dengan menggunakan rumus beban biaya : pendapatan bersih. Untuk Efficiency Cost diperoleh data performance kriteria 57.36%(2016), 57.34%(2015), 57.32%(2014) dengan rata-rata sebesar 57.32%

e.      Total Asset Turnover
Merupakan pengukuran yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari asset perusahaan dalam menghasilkan penjualan, dan memperhatikan apakah perusahaan melakukan modernisasi peralatan atau tidak, karena ini akan menyebabkan rasionya akan menurun. Untuk memperoleh hasil tersebut  dihitung berdasarkan penjualan netto : total aktiva. Untuk Total Asser Turnover dapat diperoleh hasil sebesar 81.23%(2016), 69.76%(2015), 73.88%(2014) dengan rata-rata sebesar 74.96%

2.     Perspektif Pelanggan

Perspektif pelanggan digunakan untuk memaksimalkan nilai pelanggan yaitu meningkatkan pelanggan agar percaya kepada produk atau jasa perusahaan menjadi setia dengan jalan perusahaan menyajikan produk yang berkualitas, harga yang terjangkau, distribusi cepat dan layanan purna jual yang baik melebihi dari pesaing. Perspektif pelanggan pada  PT Indofood dinilai berdasarkan  banyaknya pendapatan yang diterima dari pelanggan. Berdasarkan data laporan keuangan PT Indofood Tbk terjadi peningkatan untuk periode 2016-2015 dibanding dengan periode sebelumnya. Penerimaan kas pelanggan pada PT Indofood Tbk di peroleh presentase sebesar  66,544,619(2016), 63,457,708 (2015), 69,061,463(2014) dan diperoleh rata-rata sebesar 66,354,597

3.     Perspektif Proses Bisnis Internal

Proses bisnis internal adalah aktivitas yang mengoptimalkan penggunaan harta perusahaan dalam menciptakan produk atau jasa dan menemukan metode kerja baru yang efektif dan efisien. Dalam perspektif ini memungkinkan untuk mengetahui seberapa baik bisnis mereka berjalan dan apakah produk dan atau jasa mereka sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Operating profit diperoleh dari hasil penjualan setelah dikurangi dengan biaya yang terkait dengan penjualan dan biaya produksi. Berdasarkan data rata-rata yang diperoleh yaitu sebesar 8,285,007 (2016) , 7,362,895(2015), 7,319,620(2014)  dan rata-rata sebesar 7,655,841

4.     Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

Proses ini mengidentifikasi hal-hal yang harus dibangun perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kinerja jangka panjang. Memaksimumkan kemampuan, motivasi, produktivitas dan loyalitas sumber daya manusia untuk merupakan kiat untuk meningkatkan laba dan nilai perusahaan. Untuk perusahaan PT Indofood Tbk. dapat diukur dari laba bersih yang dihasilkan dibagi jumlah pekerja. Berdasarkan perhitungan dengan perbandingan Net Income dan Total Employee diperoleh   63 (2016),  44(2015), 59 (2016) dengan rata-rata 55.

Kesimpulan terkait dengan kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecard pada PT Indofood Tbk maka dapat disimpulkan :
·       Dari perpektif keuangan, terdapat peningkatan kinerja di periode 2015-2016 dibanding periode 2014-2015. Penurunan kinerja keuangan di tahun 2015 mengalami penurunan dibanding tahun 2014 terlihat dari adanya penurunan Net Income di tahun 2015 yang disebabkan adanya peningkatkan Other Expenses yang cukup tinggi di tahun 2015
·       Dari perpektif pelanggan, terdapat peningkatan kinerja di periode 2015-2016 dibanding 2015-2014 karena ditahun 2015 terjadi penurunan penerimaan pelanggan sebesar 8% dan mengalami peningkatan di tahun 2016 sebesar 5%
·       Perpektif proses bisnis internal , yang diwakili dari hasil pengukuran Operating Profit terdapat peningkatan kinerja di periode 2015-2016 sebesar 13 % dibanding periode 2014-2015 yang hanya mengalami peningkatan kinerja sebesar 1% 
·       Perpektif pembelajaran dan tumbuh, terdapat peningkatan kinerja periode 20152016 dibanding kinerja periode 2014-2015 yang disebabkan karena Net Income di tahun 2015 mengalami penurunan sehingga pendapatan per karyawan mengalami penurunan

Dengan perbandingan scorecard dapat diberikan kesimpulan kinerja PT Indofood pada periode 2015-2016 lebih baik daripada periode 2015-2014 berdasarkan tinjauan dari empat perpektif. Saran untuk memastikan target perusahaan PT Indofood didukung oleh seluruh bagian dibawahnya maka target utama perusahaan perlu diturunkan ke seluruh bagian dan pada akhirnya dapat menjadi target karyawan secara individu


 Tampilan Dashboard

Berikut adalah tampilan dari dashboard yang telah kami buat untuk BSC (Balance Score Card) dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Kegunaan dari dashboard yang kami buat ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan/perkembangan nilai setiap tahunnya . Ada 4 macam grafik yang terdapat dalam dashboard kami, yaitu :

  1.  Grafik Untuk Keuangan


Gambar diatas merupakan grafik untuk menunjukkan Final Statement Ratio dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk , didalamnya terdapat Efficiency Cost, Operating Income, Return On Assets , Return On Equity , dan juga Total Asset Turn Offer , berikut adalah data yang kami gunakan untuk membuat grafik diatas


Pada grafik ini terdapat fitur filter untuk memfilter kategori berdasarkan namanya, fitur ini dapat digunakan ketika hanya ingin melihat grafik dari kategori tertentu saja , contohnya seperti berikut :

2. Grafik Penerimaan Kas Pelanggan


Gambar diatas merupakan tampilan grafik Penerimaan Kas Dari pelanggan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Grafik diatas berfungsi untuk mengetahui perkembangan jumlah kas yang diterima oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk tiap tahunnya dengan adanya grafik diatas perusahaan dapat dengan mudah mengetahui perkembangan dari penerimaan kas. Seperti contoh diatas dapat dilihat pada tahun 2015 mengalami penurunan yang cukup drastic dan pada tahun 2016 mengalami sedikit peningkatan. Berikut adalah data yang digunakan dalam pembuatan grafik tersebut.




Dalam grafik ini juga terdapat fitur filter yang digunakan untuk memfilter data yang ingin dilihat , filter yang digunakan adalah filter tahun jadi perusahaan dapat melihat grafik dari tahun yang diinginkan, berikut adalah contoh hasil dari filter.



 

  3. Grafik Operating Profit
 


Gambar diatas merupakan tampilan grafik Operating Profit dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Grafik diatas berfungsi untuk mengetahui perkembangan keuntungan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk tiap tahunnya dengan adanya grafik diatas perusahaan dapat dengan mudah mengetahui perkembangan keuntungan. Seperti contoh diatas keuntungan yang didapat oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk semakin meningkat tiap tahunnya. Berikut adalah data yang digunakan dalam pembuatan grafik tersebut.


Dalam grafik ini juga terdapat fitur filter yang digunakan untuk memfilter data yang ingin dilihat , filter yang digunakan adalah filter tahun jadi perusahaan dapat melihat grafik dari tahun yang diinginkan, berikut adalah contoh hasil dari filter.
 

4. Learn and Growth



Gambar diatas merupakan tampilan grafik Perkembangan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Grafik diatas berfungsi untuk mengetahui perkembangan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk tiap tahunnya dengan cara menghitung Net Income dibagi dengan jumlah karyawan yang ada, dengan adanya grafik diatas perusahaan dapat dengan mudah mengetahui perkembangan yang terjadi pada perusahaan. Seperti contoh diatas pada tahun 2015 perkembangan perushaan mengalami penurunan namun pada tahun 2016 mengalami peningkatan kembali . Berikut adalah data yang digunakan dalam pembuatan grafik tersebut.



Dalam grafik ini juga terdapat fitur filter yang digunakan untuk memfilter data yang ingin dilihat , filter yang digunakan adalah filter tahun jadi perusahaan dapat melihat grafik dari tahun yang diinginkan, berikut adalah contoh hasil dari filter.


Daftar Pustaka

Indofood at a glance. (2019, 06 25). Retrieved from Indofood: https://www.indofood.com/company/indofood-at-a-glance
Permata, L. (2017, Agustus 2). Apa yang dimaksud dengan Balanced Scorecard? Retrieved from Dictio: https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-balanced-scorecard/4048/2