PERANCANGAN BALANCE SCORE (BSC)
DASBOARD SYSTEM PENGUKURAN KINERJA PADA PT INDOFOOD
Nama Kelompok :
1.
Raka Sepriyoga 17410100142
2.
Triska Wahyudiningkasih 17410100149
3.
M Rizky Fadhilah 17410100151
4.
Bella Rahmadhanty M 17410100160
Mata Kuliah : Kecedasan Bisnis
Dosen : Valentinus Roby Hananto, S.kom., M.Sc., OCA
INSTITUT BISNIS DAN INFORMATIKA STIKOM SURABAYA
SISTEM INFORMASI
Latar Belakang
Kinerja adalah
hasil pencapaian dari aktivitas yang telah dilakukan perusahaan selama periode
tertentu. Pengukuran kinerja perusahaan dilakukan untuk menilai hasil
pencapaian dari aktivitas dibanding dengan target perusahaan. Peningkatan
kinerja suatu perusahaan biasanya akan berdampak pada peningkatan kinerja
keuangan sehingga biasanya pengukuran kinerja perusahaan dilakukan dengan
melakukan analisis aspek keuangan. Namun penilaiaan yang dihasilkan berdasarkan
aspek keuangan bisa menjadi biasa karena kinerja keuangan yang baik pada suatu
periode dapat dicapai dengan mengorbankan kepentingan - kepentingan jangka
panjang perusahaan. Dan sebaliknya, kinerja keuangan yang kurang baik dalam
jangka pendek dapat terjadi karena perusahaan melakukan investasi-investasi
demi kepentingan jangka panjang. Untuk mengatasi masalah tersebut maka
perusahaan perlu memasukkan aspek non keuangan seperti perspektif pelanggan,
perpektif proses bisnis internal, perspektif permbelajaran.
Dalam balance
scorecard dapat menjadi indikasi peringatan awal dari keberhasilan dan
kegagalan bagi perusahaan secara lebih menyeluruh dari sisi financial,
pelanggan, proses bisnis, pembelajaran. Sehingga kemampuan perusahaan untuk
merespon perubahan dengan tindakan perbaikan dapat lebih cepat untuk
memperkecil resiko (H, 2017).
Descripiton BSC
No
|
Persepektif
|
KPI
|
Strategi Bisnis
|
1.
|
Keuangan
|
-
ROE
(Return on Equity)
|
Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba,
sumbangan yang dihasilkan ,mengelola biaya-biaya dan kemampuan dari asset
perusahaan dalam menghasilkan penjualan
|
-
ROA
(Return on Assets)
|
|||
-
Operating
Income
|
|||
-
Efficiency
Cost
|
|||
-
Total
Asset Turnover
|
|||
2.
|
Pelanggan
|
-
Penerimaan
Kas Pelanggan.
|
Menggukur tingkat kepuasan pelanggan
|
3.
|
Bisnis
Internal
|
-
Operating
Profit (Hasil penjualan setelah dikurangi dengan biaya yang terkait dengan
penjualan dan biaya produksi. )
|
Mengoptimalkan
penggunaan harta perusahaan dalam menciptakan produk atau jasa dan menemukan
metode kerja baru yang efektif dan efisien.
|
4.
|
Pembelajaran
dan Pertumbuhan
|
-
Net
Income per Employee (Produktivitas kerja karyawan suatu perusahaan dapat
diukur dari laba bersih yang dihasilkan dibagi jumlah pekerja.)
|
Melihat
kemampuan individu perusahaan dalam meningkatkan laba dan nilai perusahaan
|
Balanced scorecard
Balanced scorecard (BSC) adalah
perencanaan dan manajemen sistem strategis yang digunakan secara luas dalam
bisnis dan industri, pemerintah, dan organisasi nirlaba di seluruh dunia untuk
menyelaraskan kegiatan usaha dengan visi dan strategi organisasi, meningkatkan komunikasi internal dan eksternal, dan memantau kinerja
organisasi terhadap tujuan yang strategis (Permata, 2017). Pada tahun
1990-an konsep balance Score Card dipaparkan oleh Robert Kaplan
dan David Norton dari Harvard University, Kaplan dan Norton menjelaskan bahwa
Balanced Scorecard melengkapi seperangkat ukuran keuangan masa lalu dengan
ukuran pendorong (drivers) kinerja masa depan. Balanced scorecard sebagai
sebuah sistem manajemen artinya semua ukuran keuangan dan non keuangan harus
menjadi bagian dari sistem informasi bagi semua pekerja di semua tingkat
perusahaan. Semua pekerja harus memahami bahwa aktivitas mereka merupakan biaya
yang harus diperhitungkan manfaatnya (benefitnya); semua aktifitas harus
mempunyai tujuan bisnis yang menguntungkan dan harus diukur dengan satuan uang,
oleh sebab itu semua pekerja harus berinisiatif bekerja efektif dan efisien dan
berpikir strategis (jangka panjang).
1.
Perspektif
Keuangan
Perspektif keuangan digunakan
sebagai tolak ukur laba yang dihasilkan sehingga diperoleh penilaian bahwa
perencanaan dan pelaksanaan strategi perusahaan tersebut dianggap berhasil atau
tidak. Untuk memperoleh perspektif keuangan PT. Indofood terdapat empat ukuran
yaitu :
a.
Return on Equity
Merupakan alat untuk mengukur kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba dengan menekankan pada pengoptimalan pengembalian
kepada shareholders. ROE diambil dari perhitungan = EAT (Laba setelah Pajak/ Aktiva X 100%) :
Total Equity. Untuk ROE diperoleh performance kinerja sebesar 11.99% (2016),
8.60%(2015), 12.88%(2014) dan diperoleh rata-rata 11.19%.
b.
Return on Assets
Menggambarkan perbaikan atas kinerja operasi dan
mengukur efisiensi dari total asset untuk menghasilkan laba. ROA di ambil dari
perhitungan = EAT : Total Aktiva. Untuk ROA diperoleh performance kinerja
sebesar 6.41%(2016), 4.04%(2015), 6.08% (2014) dan diperoleh rata-rata sebesar
5.51%.
c.
Operating Income
Merupakan pengukuran seberapa besar sumbangan
penjualan terhadap laba operasi. Semakin besar hasilnya maka akan semakin baik.
Operating Income diperoleh dari perhitungan (pendapatan bersih-biaya usaha) : penjualan.
Untuk OI diperoleh performance kinerja sebesar 12.41%(2016), 11.49%(2015),
11.51% (2014) dan diperoleh rata-rata sebesar 11.81%
d.
Efficiency Cost
Merupakan pengukuran terhadap perusahaan dalam
mengelola biaya-biaya yang ada sehingga keuntungan perusahaan tetap terjaga Effeciency Cost diperoleh dengan menggunakan
rumus beban biaya : pendapatan bersih. Untuk Efficiency Cost diperoleh data
performance kriteria 57.36%(2016), 57.34%(2015), 57.32%(2014) dengan rata-rata
sebesar 57.32%
e.
Total Asset
Turnover
Merupakan pengukuran yang digunakan untuk mengukur
kemampuan dari asset perusahaan dalam menghasilkan penjualan, dan memperhatikan
apakah perusahaan melakukan modernisasi peralatan atau tidak, karena ini akan
menyebabkan rasionya akan menurun. Untuk memperoleh hasil tersebut dihitung berdasarkan penjualan netto : total
aktiva. Untuk Total Asser Turnover dapat diperoleh hasil sebesar 81.23%(2016),
69.76%(2015), 73.88%(2014) dengan rata-rata sebesar 74.96%
2.
Perspektif
Pelanggan
Perspektif pelanggan digunakan
untuk memaksimalkan nilai pelanggan yaitu meningkatkan pelanggan agar percaya
kepada produk atau jasa perusahaan menjadi setia dengan jalan perusahaan
menyajikan produk yang berkualitas, harga yang terjangkau, distribusi cepat dan
layanan purna jual yang baik melebihi dari pesaing. Perspektif pelanggan pada PT Indofood dinilai berdasarkan banyaknya pendapatan yang diterima dari
pelanggan. Berdasarkan data laporan keuangan PT Indofood Tbk terjadi
peningkatan untuk periode 2016-2015 dibanding dengan periode sebelumnya. Penerimaan
kas pelanggan pada PT Indofood Tbk di peroleh presentase sebesar 66,544,619(2016), 63,457,708 (2015),
69,061,463(2014) dan diperoleh rata-rata sebesar 66,354,597
3.
Perspektif Proses
Bisnis Internal
Proses bisnis internal adalah aktivitas yang
mengoptimalkan penggunaan harta perusahaan dalam menciptakan produk atau jasa
dan menemukan metode kerja baru yang efektif dan efisien. Dalam perspektif ini
memungkinkan untuk mengetahui seberapa baik bisnis mereka berjalan dan apakah
produk dan atau jasa mereka sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Operating
profit diperoleh dari hasil penjualan setelah dikurangi dengan biaya yang
terkait dengan penjualan dan biaya produksi. Berdasarkan data rata-rata yang
diperoleh yaitu sebesar 8,285,007 (2016) , 7,362,895(2015),
7,319,620(2014) dan rata-rata sebesar 7,655,841
4.
Perspektif
Pembelajaran dan Pertumbuhan
Proses ini mengidentifikasi hal-hal yang harus
dibangun perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kinerja jangka panjang. Memaksimumkan
kemampuan, motivasi, produktivitas dan loyalitas sumber daya manusia untuk
merupakan kiat untuk meningkatkan laba dan nilai perusahaan. Untuk perusahaan
PT Indofood Tbk. dapat diukur dari laba bersih yang dihasilkan dibagi jumlah
pekerja. Berdasarkan perhitungan dengan perbandingan Net Income dan Total
Employee diperoleh 63 (2016),
44(2015), 59 (2016) dengan rata-rata 55.
Kesimpulan terkait dengan kinerja dengan menggunakan
metode Balanced Scorecard pada PT Indofood Tbk maka dapat disimpulkan :
·
Dari perpektif
keuangan, terdapat peningkatan kinerja di periode 2015-2016 dibanding periode
2014-2015. Penurunan kinerja keuangan di tahun 2015 mengalami penurunan
dibanding tahun 2014 terlihat dari adanya penurunan Net Income di tahun 2015
yang disebabkan adanya peningkatkan Other Expenses yang cukup tinggi di tahun
2015
·
Dari perpektif
pelanggan, terdapat peningkatan kinerja di periode 2015-2016 dibanding
2015-2014 karena ditahun 2015 terjadi penurunan penerimaan pelanggan sebesar 8%
dan mengalami peningkatan di tahun 2016 sebesar 5%
·
Perpektif proses
bisnis internal , yang diwakili dari hasil pengukuran Operating Profit terdapat
peningkatan kinerja di periode 2015-2016 sebesar 13 % dibanding periode
2014-2015 yang hanya mengalami peningkatan kinerja sebesar 1%
·
Perpektif
pembelajaran dan tumbuh, terdapat peningkatan kinerja periode 20152016
dibanding kinerja periode 2014-2015 yang disebabkan karena Net Income di tahun
2015 mengalami penurunan sehingga pendapatan per karyawan mengalami penurunan
Dengan perbandingan
scorecard dapat diberikan kesimpulan kinerja PT Indofood pada periode 2015-2016
lebih baik daripada periode 2015-2014 berdasarkan tinjauan dari empat
perpektif. Saran untuk memastikan target perusahaan PT Indofood didukung oleh
seluruh bagian dibawahnya maka target utama perusahaan perlu diturunkan ke
seluruh bagian dan pada akhirnya dapat menjadi target karyawan secara individu
Tampilan Dashboard
Berikut adalah tampilan dari dashboard yang telah kami buat untuk BSC
(Balance Score Card) dari PT Indofood Sukses Makmur
Tbk. Kegunaan dari dashboard yang kami buat ini adalah untuk mengetahui
pertumbuhan/perkembangan nilai setiap tahunnya . Ada 4 macam grafik yang
terdapat dalam dashboard kami, yaitu :
- Grafik Untuk Keuangan
Gambar diatas merupakan grafik untuk menunjukkan Final Statement Ratio
dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk , didalamnya
terdapat Efficiency Cost, Operating Income, Return On Assets , Return On Equity
, dan juga Total Asset Turn Offer , berikut adalah data yang kami gunakan untuk
membuat grafik diatas
Pada
grafik ini terdapat fitur filter untuk memfilter kategori berdasarkan namanya,
fitur ini dapat digunakan ketika hanya ingin melihat grafik dari kategori
tertentu saja , contohnya seperti berikut :
2. Grafik Penerimaan Kas Pelanggan
Gambar diatas merupakan tampilan grafik Penerimaan Kas Dari pelanggan
dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Grafik diatas
berfungsi untuk mengetahui perkembangan jumlah kas yang diterima oleh PT
Indofood Sukses Makmur Tbk tiap tahunnya dengan adanya
grafik diatas perusahaan dapat dengan mudah mengetahui perkembangan dari
penerimaan kas. Seperti contoh diatas dapat dilihat pada tahun 2015 mengalami
penurunan yang cukup drastic dan pada tahun 2016 mengalami sedikit peningkatan.
Berikut adalah data yang digunakan dalam pembuatan grafik tersebut.
3. Grafik Operating Profit
Dalam
grafik ini juga terdapat fitur filter yang digunakan untuk memfilter data yang
ingin dilihat , filter yang digunakan adalah filter tahun jadi perusahaan dapat
melihat grafik dari tahun yang diinginkan, berikut adalah contoh hasil dari
filter.
Gambar
diatas merupakan tampilan grafik Operating Profit dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Grafik diatas berfungsi untuk mengetahui
perkembangan keuntungan dari PT Indofood Sukses
Makmur Tbk tiap tahunnya dengan adanya grafik diatas perusahaan dapat dengan
mudah mengetahui perkembangan keuntungan. Seperti contoh diatas keuntungan yang
didapat oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk
semakin meningkat tiap tahunnya. Berikut adalah data yang digunakan dalam
pembuatan grafik tersebut.
Dalam
grafik ini juga terdapat fitur filter yang digunakan untuk memfilter data yang
ingin dilihat , filter yang digunakan adalah filter tahun jadi perusahaan dapat
melihat grafik dari tahun yang diinginkan, berikut adalah contoh hasil dari
filter.
4. Learn and Growth
Gambar
diatas merupakan tampilan grafik Perkembangan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Grafik diatas berfungsi untuk mengetahui perkembangan
dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk tiap tahunnya
dengan cara menghitung Net Income dibagi dengan jumlah karyawan yang ada, dengan
adanya grafik diatas perusahaan dapat dengan mudah mengetahui perkembangan yang
terjadi pada perusahaan. Seperti contoh diatas pada tahun 2015 perkembangan
perushaan mengalami penurunan namun pada tahun 2016 mengalami peningkatan
kembali . Berikut
adalah data yang digunakan dalam pembuatan grafik tersebut.
Dalam
grafik ini juga terdapat fitur filter yang digunakan untuk memfilter data yang
ingin dilihat , filter yang digunakan adalah filter tahun jadi perusahaan dapat
melihat grafik dari tahun yang diinginkan, berikut adalah contoh hasil dari
filter.
Daftar Pustaka
Indofood at a glance. (2019, 06 25). Retrieved from Indofood:
https://www.indofood.com/company/indofood-at-a-glance
Permata, L. (2017, Agustus 2). Apa yang dimaksud
dengan Balanced Scorecard? Retrieved from Dictio:
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-balanced-scorecard/4048/2